Palembang (SL)-Bayt Al-Qur’an Al- Akbar merupakan destinasi wisata religi yang ada di Kota Palembang besutan Hi Sofwatillah. Uniknya 30 Juz Al-Quran diukir pada kepingan kayu khas Sumatera Selatan yakni kayu Tembesu. Bayt Al-Qur’an Al-Akbar berada di Jalan Mohammad Amin, Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan.
Al-Quran tersebut terdiri dari 315 kepingan raksasa dengan total 630 halaman. Karena ukurannya yang tak biasa itu, Bayt Al-Quran Al-Akbar pernah dinobatkan sebagai Al-Quran ukir terbesar di dunia dan mendapat Piagam Rekor Muri.
Pemandu lokal wisata religi Bayt Al-Quran Al-Akbar, Syarkoni mengatakan, proses pembuatan 30 Juz Al-Qur’an yang diukir di atas papan atau keping kayu tembesu dimulai sejak tahun 2002-2009.
“Al-Qur’an ini membutuhkan 315 keping kayu Tembesu,” kata Syarkoni pada sinarlampung, Sabtu, 28 Januari 2023.
Dikatakan, kayu Tembesu adalah kayu khas Sumatra Selatan dan bisa juga kita temukan di Lampung, Bengkulu, dan Jambi. Kayu ini seperti kayu Jati kalau di Pulau Jawa. Kayu tembesu anti rayap dan anti lapuk juga tidak bubukan serta bisa bertahan ratusan tahun.
“Inilah alasan utama Al-Qur’an al Akbar menggunakan keping kayu Tembesu. Biasanya kayu Tembesu dibuat untuk lemari, kursi, meja, daun pintu, daun jendela, serta rumah panggung,” paparnya.
Dia juga mengungkapkan, Bayt al Qur’an Al-Akbar diresmikan pada 30 Januari 2012 lalu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan 51 anggota Parlemen lslam. Hal paling berkesan adalah Al-Quran raksasa ini pernah dibaca qori dan qoriah serta penghafal al Qur’an dari 40 negara pada tahun 2013.
“Selain piagam rekor Muri, Bayt Al-Quran Al-Akbar Juga pernah mendapat penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kategori Wisata Religi Halal lndonesia pada tahun 2018,” ucap Syarkoni.
Dia menceritakan, Hi Sofwatillah mengawali pembuatan al Qur’an Al- Akbar ini dengan menulis surah Al- Fatihah bermodalkan cincin istrinya pada tahun 2001. “Ustadz Sofwatilah adalah seorang mubaligh, guru mengaji serta penjual mpek-mpek dalam kesehariannya. Biaya pembuatan ukiran Al-Qur’an adalah mandiri, artinya merupakan biaya pribadi ustad Sofwatillah,” ujarnya.
Selain Al-Qur’an terbesar sebagai daya tarik wisata, Bayt Al-Quran Al-Akbar juga tersedia bangunan tiga lantai ini dengan rincian lantai satu merupakan tempat Usaha Kecil Menengah. Di tempat ini, UKM yang menjual beragama ciri khas Palembang, seperti bahan jumputan Palembang dengan motif utama bintik tujuh, kembang janur, bintik lima, bintik sembilan, cuncung (terong), bintang lima dan bintik-bintik.
“Kalau di Kalimantan disebut Sasirangan, Songket, tanjak, mukena pakaian busana muslim dan lainnya. UKM ini dari pengrajin, kami fasilitasi tempat agar mereka bisa menjual hasil kerajinannnya. Bila pengunjung berbelanja maka belanja sambil beramal karena sebagian disisihkan untuk Bayt al Qur’an Al-Akbar serta pesantren”, jelasnya.
Kemudian di lantai dua, tempat 30 juz al Qur’an al Akbar. “Dan lantai tiga merupakan kediaman Ustad Sofwatillah”, pungkasnya.
A.R. Naga putra pengunjung dari Bandar Lampung merasa terkesan dengan pengalaman wisata di Bayt Al-Quran. “Tempatnya bagus, kumpulan juz 1-30. Ukiran huruf yang sangat bagus di atas keping kayu tembesu. Berkunjunglah kemari untuk menyaksikan keindahan Al-Qur’an,” ajaknya. (Heny)