Lampung Utara (SL) – Guna mengantisipasi serta memerangi isu Hoax yang kian marak, Polres Lampung Utara mengajak PWI setempat turut serta memerangi isu dan pemberitaan bohong (hoax).
Ajakan itu, dilakukan saat tim Sat Intelkam Polres Lampura berkunjung ke kantor PWI Cabang Lampura, Selasa pagi (20/03/2018).
Ketua Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Utara, Jimi Irawan, mengapresiasi serta mendukung jajaran Polres Lampung Utara dalam memerangi berita hoax.
Dikatakan Kanit Intelkam Aiptu. Mursalin, peredaran berita bohong (hoax) semakin marak seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Untuk itulah, Polrest Lampura mengajak insan pers, melalui PWI Cabang Lampura, agar senantiasa melakukan filter atau menyaring isu dan pemberitaan yang tidak jelas sumber informasinya,” tutur Aiptu. Mursalin.
Sebelumnya, PWI Pusat telah mendengungkan untuk memerangi isu dan berita hoax. Menurut Jimi, kehadiran wartawan, dalam hal ini PWI, harus menjadi pemegang amanah dengan menerapkan fungsinya dalam mengeliminasi dan memerangi khususnya berita hoax pada masyarakat.
Pers merupakan salah satu pilar keempat demokrasi. Perannya sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Yaitu dengan menyajikan berita berita sejuk, berita motifasi, dan bukan berita yang dapat memecah belah.
“Kendati demikian, bukan berarti pers tidak boleh melakukan kritik. Hanya saja, kritik yang ditulis bukan bersifat provokasi tetapi yang bersifat membangun,” kata Jimi.
Keberadaan Pers mampu mendorong percepatan pembangunan. Melalui Pers kita dapat tahu tentang perkembangan zaman. “Kalau tidak ada wartawan, kita tidak tahu apa-apa. Karena itu, saya bangga dengan wartawan yang benar- benar bekerja keras dalam menyajikan informasi akurat dan aktual,” ujar Jimi yang diamini seketarisnya, Furkon Ari.
Terkait wacana Polri dalam memmerangi isu Hoax, Seketaris PWI Cabang Lampura, Furkon Ari, menambahkan, pihaknya juga meminta aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku penyebar berita hoax dan dapat dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Saya minta polisi mengusut tuntas jika adanya berita hoax yang kini tengah meresahkan masyarakat. Berita dan isu hoax akan merugikan masyarakat dan memecah belah persatuan bangsa,” tutup Furkon. (ardi/rls)