Lampung Tengah (SL) – Tujuh orang tewas akibat banjir di Lampung Tengah (Lamteng), Senin (26/2/2018). Empat korban tewas di Bendosari, Kampung Komering Putih, Gunungsugih, dua warga di Bekri, dan satu orang warga Seputih Banyak. Ketujuh korban tewas akibat terjebak di dalam kendaraan.
Hingga pukul 17.00 warga di Kampung Sinar Banten, Bekri, Lampung Tengah panik karena Sungai Way Topi menjebol tanggul. Ribuan warga keluar dari pemukiman mengungsi ke arah Wates.
Dua orang yang meninggal akibat terjebak kendaraan di Bekri, salah seorang di antaranya bernama Iqbal, warga Srimulyo. Ia hendak menolong supir truk yang terjebak dalam arus sungai. Kedua jenazahnya belum ditemukan sampai pukul 17.30 WIB. Namun warga menyelamatkan penumpang lain, di antaranya Tukijo dan Tubi, keduanya warga Sinar Banten Bekri, dan anggota Polpos Rifat.
Adapun warga yang meninggal pada pagi harinya di Bendosari karena Kijang Kapsul BE 2331 H terjebak banjir dan terbawa arus di jalan Lintas Tengah Sumatera. Pengemudi, Supangat, usia 61 tahun, warga Bendosari, meninggal di kemudi. Demikian juga isterinya, Warsinem, usia 58 tahun, cucu mereka Talita, usia 4 tahun.
Dua lainnya diselamatkan warga, diantaranya Palupi, usia 11 tahun. Namun seorang lagi meninggal pada Senin Siang. Serta Siyamin umur 38 tahun warga Kampung Siwo Bangun Kecamatan Seputih Banyak, tewas terseret arus air di Jembatan Sungai Kampung Siwo Bangun, sekitar pukul 01.00 WIB.
Siyamin yang menaiki kendaraan roda dua nekat menerobos derasnya aliran air karena hendak pergi kerja, korban yang tak kuat menahan derasnya aliran air itu ditemukan warga seitar pukul 03:00 WIB sudah tidak bernyawa.
Kepala Dinas Kominfo Lampung Tengah Sarjito mengatakan Pemerintah Kabupaten sudah mengunjungi warga yang meninggal akibat terjebak dalam kendaraan. Mereka juga sedang mendata dampak kebanjiran.
Hujan pada Minggu Malam membuat ribuan rumah terendam air di Lampung Tengah, Metro, dan Lampung Timur mulai pukul 02.00 WIB Senin pagi dan semakin tinggi sejak pukul 07.00 WIB. (Mas/Tbk/jun)