Lampung Timur (SL) -Camat Kecamatan Way Bungur, Raden Gunawan menyesalkan atas sikap Samsul Arifin, Kepala Desa Tanjung Kencono, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, yang diduga menggelapkan biaya makelar balas jasa (provisi atau kurtase) jual beli lahan, baik dari penjual dan pembeli, melalui Sauji dan Narmi.
Raden Gunawan mengatakan bahaw seblumnya dia sudah memberikan saran, akan tetapi tidak digubris oleh Samsul Arifin Kepala Desa Tanjung Qencono. “Kalaupun hal itu dibagi, tentunya sudah pasti aman. Sampai jadi berita karena mereka pecah kongsi. Samsul sudah saya kasih saran tapi jawabnya iya iya saja,” kata Raden.
Raden menduga, tim satu tersebut telah pecah kongsi atau tidak komitmen dalam menjalankan suatu misi atau perjanjian. “Jadi wajar saja pihaknya menagih janji atau minta bagian karena sudah susah payah untuk melaksanakan tugas itu,” kata Camat ikut kesal.
Sementara itu, saat di temui Pemilik tanah Su mengatakan sawahnya dijual diduga dipotong untuk biaya ukur, infaq, surat keterangan tanah (SKT) dan kekurangan ukuran tanah. “Saya jual sawah duitnya dipotong, katanya untuk ngukur dan kekurangan tanah. Semua dipotong untuk infaq sama SKT ya diambil dari potongan itu,” kata Su Rabu, 6/3 pukul 15:00 WIB, kebun ubi kayu miliknya.
Ketika dikonfirmasi, pihak yang mengetahui proses, mulai dari menghubungi Sauji, menemui Samsul, survei ke lokasi tanah milik petani dan dijual ke pembeli. “Awalnya saya telpon Sauji yang lagi di Bandar Lampung, aku serombongan di suruh temui Samsul, melobi proyek itu sampe berjalan. Iu namanya serakah bohongi uang,” kata Ak.
“Saya mengondisikan, Sauji ditinggalkan, padahal tidak bisa berjalan tanpa saya. Saya tau tanah itu dibeli dari petani dan dijual Samsul harga berapa. Disitu ada dataran DAS, tanah rawa dan tanah daratan,” kata Ak Sabtu, 9/3 melalui handphone.
Menurutnya, tahap awal, kedua sampai sekian bulan, tadinya Samsul gak mau tandatangani sebelum deal, tapi sehabis dia dapet duit diem – diem ditandatanganinya. “Saya tau siapa yang bermain, apa permainannya dan kemana saja uangnya, tunggu lihat saja nanti akan saya bongkar. Mereka berjanji ke saya, ke Narmi dan ada untuk Sauji, tapi akhirnya hanya mereka yang dapat uang di telan sendiri,” urainya. (rls/Wahyudi)