MESUJI (SL)-Dodi (35), warga Sri Tanjung, Sungai Cambai, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, ditemukan tewas tergeletak diatas perahu klotok, dengan luka dibagian kepala, diduga luka tembakan senjata api. Kabar itu cepat menyebar dan nyaris memicu bentrok antar kampong. Kamis, 31 Agustus 2017.
Kepada wartawan pejabat sementara (pjs) Kepala Desa Sungai Cambai Ibrahim membenarkan kabar tersebut. Korban diketahui bernama Dodi, “Kami bersama pihak kepolisian berada ditempat kejadian perkara,” kata Ibrahim
Ibrahim mengaku belum mengetahui secara pasti tentang kasus itu. “Saya baru saja sampai ke rumah dari kantor Pemda Mesuji, dan mendapat laporan dari warga tentang kejadian itu. Siapa pelakunya, sedang diselidiki kepolisian,” katanya.
Kapolres Mesuji AKBP Prianto Teguh melalui Kapolsek Mesuji timur Iptu Ataka mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Kita masih olah TKP, dan akan segera kita lakukan penyelidikan,” katanya.
Pasca kasus penembakan di Desa Sungaicambai itu, polisi terus berjaga jaga dilokasi kejadian, mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. “Situasi kondusif, anggota telah berjaga di TKP guna antisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Masalah ini telah ditangani kami. Masyarakat tetap tenang,” kata Kapolres.
Sementara jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mesuji, Desa Brabasan, sekitar pukul 17.00 WIB. Pihaknya juga telah mengamankan lokasi. “Korban tewas akibat luka tembak di kepala saat tidur di perahu klotok. Dia bukan warga Sungaibadak, bila ada media yang menulis korban adalah warga Sungaibadak, itu salah,” kata dia. (Jun/nt)