Lokasi kejadian rumah pribadi H Thomas Azis Rizka do Jalan Nusa Indah no 28 A, Kelurahan Rawa Laut, Kecamatan Enggal itu hanya berjarak 50 meter rumah pribadi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang juga mendatangi rumah korban bersama Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah.
Pelaku Abu Bakar harus dilumpuhkan dengan tembakan, karena menyerang dan merusak mobil patroli Polsek Tanjung Karang Barat yang sedang patroli dan melintas di lokasi kejadian.
Informasi dirumah korban menyebutkan diri hari itu, S alia Raja yang baru tamat SMA itu mengendarai mobil sedan sport B-2-TOM, dari berpergian bersama temannya.
Dari CCTV terlihat, saat tiba didepan rumah yang juga bersebelahan dengan rumah Umar Ahmad itu, S memanggil ART wanita untuk membukakan pagar rumah cat putih itu.
Saat mobil masuk teras, tiba-tiba dari belakang mobil menyusul Abu Bakar menghargai motor jenis bebek warna biru, dan langsung memarkir motor didepan mobil korban, sambil mengeluarkan senjata tajam dari jok motor.
Raja sempat bertanya kepada pelaku, namun diberi tanda jari telunjuk dibibir, dan langsung menyerang Raja dan rekannya Dafa yang baru turun dari mobil. Mendapat serangan itu Raja dan rekannya Dafa , dan sempat menangkis dengan tangannya, namun tidak terluka.
Mendengar suara gaduh itu, petugas jaga rumah Aop Sopyani alias Pakde keluar dari garasi dan langsung disambut dengan sabetan senjata tajam. Pakde yang berlari kedalam garasi dikejar, lalu di serang dengan golok secara membabi buta, hingga darah mengucur di ruang garasi dekat mobil Alfath.
Pelaku juga sempat mengejar istri Thomas hingga kedalam rumah, hingga darah tercecer hingga ke dalam rumah. Sementara Raja yang panik berlari keluar rumah dan minta pertolongan penjaga rumah Gubernur.
Mobil Patroli yang melintas langsung menghadang pelaku yang memcoba kabur dengan motornya. Bahkan pelaku nekad menabrakkan motor ke mobil. Patroli, dan memecah kaca spion mobil hingga membacok mobil dan memukul kaca mobil dengan golok.
“Terlihat pelaku juga sampai tiga kali bolak balik dari rumah kejalan. Raja teriak teriak minta tolong, dan berlari kerumah Pribadi Gubernur minta tolong. Sementara ART wanita berlari dan aembunyi di Paris jalan,” kata warga di lokasi kejadian.
Sementara Pakde, yang luka parah sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong. “Pakde meninggal di RS. Polisi banyak berdatangan, dan melakukan olah TKP. Warga yang melihat kejadian mengira anak- anak tawuran. Dan lihat pelaku membawa senjata tajam berlumuran darah, ” Ujarnya.
Pelaku langsung diamankan di Polresta Bandar Lampung. Polisi juga langsung meminta keterangan korban dan sejumlah saksi. Belum ada keterangan resmi dari Polresta Bandar Lampung terkait kasus tersebut.
“Masih dalam penyelidikan. Termasuk motif. Penyidik sedamg meminta saksi saksi dan mengamankan barang bukti. Termasuk motifnya kota belum tahu, ” Kata Kaolresta Bandar Lampung.
Diikuti Dari Jauh
Awalnya mereka mengira kalau pemotor itu mengikuti karena tertarik dan ingin melihat mobil Mustang yang mereka naiki. Pelaku sudah mengikuti dari lampu merah Chandra Super Market Rawa Laut. “Di lampu merah kita berhenti dia juga berhenti di sebelah kiri. Dia ngeliatin. Mungkin orang ini suka Mobil Mustang,” ujarnya.
Awalnya Dafa mengira si pelaku akan melaju ke arah yang berbeda, tapi ternyata pelaku tetap mengikuti mobil tersebut saat belok ke kiri. “Kita belok kiri, kita masih positif thinking mungkin dia mau belok kanan, tapi ternyata ngikutin juga. Kita berhenti dulu di perempatan Nusa Indah. Dia berhenti juga,” jelasnya.
Karena masih diikuti, Dafa dan Raja langsung tancap gas, tapi ternyata si pelaku tetap mengikuti sampai masuk ke halaman parkir. Setelah itu Dafa pun turun dan menanyakan siapa si pelaku. “Kita masuk ke dalam parkir, dia ikutan parkir. Terus saya tanya lu siapa, mau apa?” jelasnya.
Tapi si pelaku tidak menjawab. Dia hanya mengeluarkan isyarat menyuruh Dafa diam dengan menempelkan jari telunjuk di mulutnya. Kemudian tiba-tiba pelaku mengeluarkan parang dan langsung menyerang Dafa.
Dafa sempat menangkis serangan pelaku dengan tangan kanan hingga mengalami luka, lalu lari ke rumah dan masuk kamar. Kemudian pelaku beberapa kali mendobrak kamar Dafa, sementara semua orang yang ada di rumah itu juga bersembunyi ke kamar masing-masing.
“Pelaku itu ada sekitar kali 10 kali mendobrak kamar Dafa dan nyari korban seisi rumah itu, dia balik lagi nendang bolak balik. Sepertinya bukan mengancam, tapi mau langsung bunuh. Seisi rumah pada teriak semua dan masuk kamar,”jelasnya. (Red)