Tulang Bawang, sinarlampung.co-Rumah Mirna (52) istri tua, Aipda (Anumerta) Petrus, di Desa Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Tulang Bawang terbakar, Minggu 23 Maret 2025 malam. Aipda Petrus adalah salah satu korban penembakan di lokasi penggerebekan arena sambung ayam di Way Kanan, pada 17 Maret 2025 lalu.
Para tetangga Mirna (52) kaget melihat kepulan asap dari dalam rumah milik Aipda (Anumerta) Petrus itu. Asap tebal berwarna kemerahan ini muncul dari dalam rumah bagian dapur. Sementara rumah dalam keadaan kosong. “Itu rumah istri tua, almarhum Aipda (Anumerta) Petrus. Ya nyaris ludes bang. Minggu malam. Rumah dalam keadaan kosong. Karena sang Mirna sang istri tua almarhum masih diperjalanan menuju Polres Way Kanan,” kata tetangga Mirna.
Menurut Irawan (49), tetangga Mirna, kebakaran tersebut membuat geger warga sekitar lantaran kondisi rumah dalam keadaan kosong. “Saya lihat ada api di atas rumah, lalu kami bersama warga panik setelah kami teriaki didalam rumah tanpa penghuni. Akhirnya kami paksa mendobrak pintu samping yang akhirnya terbuka,” kata Irawan.
Melihat api mulai membesar, lanjut Irawan, warga memadamkan dengan alat seadanya. “Kami langsung melihat api yang sudah membesar dan membakar peralatan masak. Kami padamkan menggunakan alat seadaanya, dan akhirnya padam. Sudah padam baru mobil pemadam kebakaran datang. Dugaan kami apai berasal dari tungku kayu yang belum sempat dipadamkan ibu Mirna,” ujarnya.
“Alhamdulillah api dapat dipadamkan kurang lebih 30 menit oleh warga sebelum kami tiba di lokasi. Kemudian kami siram lagi guna mengantisipasi api yang belum padam. Api ini murni berasal dari tungku kayu. Bukan dari kompor gas, beruntung warga sekitar kompak yang akhirnya api tidak merambat,” ucap Suryadi petugas pemadam kebakaran sub Banjar Agung. (Red)