Pesawaran, sinarlampung.co-Ratusan massa mengatasnamakn Aliansi Masyarakat Penyelamat Pesawaran (AMPP) menggelar unjukrasa di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran. Massa menyuarakan empat tuntutan utama terkait penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Pesawaran..
Tututan massa yaitu, Menjalankan tahapan PSU secara transparan sesuai dengan juknis yang berlaku. Menolak segala bentuk intervensi dari pihak berkepentingan. Menindaklanjuti dugaan kejanggalan dalam pengambilan keputusan, dan menjaga netralitas demi tegaknya demokrasi.
Dalam orasinya, perwakilan AMPP, Tanjung, menegaskan bahwa massa akan terus mengawal pelaksanaan PSU agar berjalan sesuai dengan amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK). “Kami tidak akan mundur sebelum KPU melaksanakan putusan MK secara penuh, tanpa intervensi pihak mana pun,” ujar Tanjung.
Sementara itu, perwakilan lain, Broni, menegaskan masyarakat siap menjadi pengawas independen untuk memastikan jalannya PSU berjalan adil dan bebas dari kepentingan politik. “Kami akan mengawasi langsung. Jangan sampai ada intervensi dari aparat, ASN, atau pihak mana pun dalam proses PSU ini,” katanya apada aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dikawal ketat oleh aparat kepolisian.
Sempat Ricuh
Aksi massa AMPP di depan Kantor KPU Pesawaran berujung ricuh. Seorang anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya mengalami luka akibat bentrokan yang terjadi antara massa dan aparat kepolisian. Kericuhan dipicu oleh aksi saling dorong dan pukul antara aparat kepolisian dan massa. Bahkan, sebuah mobil L300 yang digunakan dalam aksi sempat menerobos hingga ke dalam pagar halaman Kantor KPU Pesawaran.
Meskipun sempat terjadi ketegangan, Kapolres Pesawaran, AKBP Maya Henny Hitijahubessy, akhirnya mempersilakan perwakilan massa untuk masuk ke Kantor KPU Pesawaran guna menyampaikan aspirasi. “Saya tidak akan mengizinkan seluruh massa masuk karena ini adalah objek vital. Saya meminta perwakilan sepuluh orang untuk masuk dan menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Usai pertemuan Massa Bubar Pukul 12.00
Sekitar pukul 12.00, massa AMPP membubarkan diri dari depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran, setelah perwakilan massa keluar dari gedung. Terlihat massa membubarkan diri dari lokasi demo. Polisi sempat berjaga dan menutup ruas Jalan saat massa mulai membubarkan diri.
Polisi sempat menyiagakan sejumlah rantis dan water cannon. terlihat mereka berjaga dan menutup ruas Jalan raya Kedondong di depan kantor KPU Pesawaran. Salah satu perwakilan massa menyampaikan hasil pertemuan dengan komisioner KPU Melalui mikrofon dari atas kendaraan.
“Saudara saudara, hasil dari pertemuan tadi bahwa komisioner dan anggota kpu Pesawaran menerima tuntutan kita hari ini, dan mereka akan koordinasi dengan KPU Provinsi KPU RI. Apapun hasil dari koordinasi tersebut akan mereka tuangkan dalam surat tertulis dan akan disampaikan kepada kita selaku masyarakat pesawaran. Pada prinsipnya apa yang menjadi tuntutan kita diterima oleh KPU Kabupaten Pesawaran, dan kita akan tetap meminta pertanggung jawaban yang jadi tuntutan hari ini,” ujarnya.
Untuk itu dirinya meminta peserta aksi untuk membubarkan diri sambil menunggu hasil dari koordinasi antara KPU Pesawaran dengan provinsi dan pusat. (Red)