Lampung Utara, sinarlampung.co-Pembangunan Rabat Beton Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Suka Maju, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara, kini mangkrak. Diduga anggaran proyek diselewengkan oleh sang kepala desa. Berdasarkan informasi pelaporan realisasi di situs Jaga yang terafiliasi langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi Dana Desa Suka Maju Kecamatan Abung Tinggi tahun 2024 dianggarkan senilai Rp787,8 juta rupiah, dan diantaranya dianggarkan untuk kegiatan Pembangunan, Rehabilitasi, Peningkatan, Pengerasan Jalan Usaha Tani senilai Rp119,9 juta rupiah.
Pendamping Desa Kecamatan Abung Tinggi, Wendi, mengatakan dalam perencanaan pembangunan proyek tu, dirinya telah bekerja secara maksimal. Realisasi dana pembangunan tersebut telah dikucurkan sejak November 2024 tahun lalu. Namun, pada pelaksanaan dilapangan diduga keluar dari jadwal pelaksanaan semula.
Sebab, kata dia, pekerjaan yang seharusnya dikerjakan sesuai jadwal, akhirnya tersendat dikarenakan tidak ada pekerja yang mau mengerjakan. Dia menduga dana yang ditarik sudah habis digunakan oleh oknum Kades inisial Ng. “Pencairan dana itu pada tahap II di bulan November 2024. Paling dananya yang sudah habis. Material ada, tapi gak beres-beres. Kalo upah tukang enggak ada, ya ngutang-ngutang dulu lah. Intinya dananya sudah habis, siapa yang mau kerja,” ujarnya Wendi,kepada wartawan, Minggu 9 Maret 2025.
Sebagai pendamping desa, Wendi mengaku sudah berulang kali menegur dan mengingatkan, termasuk melalui surat pernyataan bermaterai untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya telah rampung di akhir tahun 2024. “Kami ini susah mau ketemu dengan Kades Ng itu. Sudah berulang kali kami mau ketemu, tapi enggak bisa. Itu sudah kita tegur, Kades sudah buat surat pernyataan bermaterai untuk menyelesaikan,” ujarnya.
Pendampingan Desa Pemberdayaan Kecamatan Abung Tinggi, Yanda membenarkan pihaknya sudah mengantongi surat pernyataan dari kades saat pelaksanaan monitoring oleh kecamatan. “Suratnya sudah saya serahkan ke kecamatan. Karena waktu itu diminta oleh tim pemeriksaan Inspektorat hasil dari monitoring dari kecamatan,” kata Yanda.
Yanda mengaku sulit untuk bertemu dengan oknum Kades inisial Ng saat turun ke desa. Berulang kali dirinya melakukan pembinaan ke desa, namun dirinya hanya bertemu dengan sekretaris desa. “Kami saja susah mau ketemu dengan Kades, dia gak ada HP, ada tapi itu nomor telepon istrinya. Rabat beton itu memang tinggal sedikit lagi pembangunannya, sudah saya kasih memo bimbingan untuk mempercepat penyelesaian,” ucapnya.
“Terakhir saya ngecek turun lapangan dan masih ada kekurangan 100 meter lagi pada saat tim monitoring turun. Progresnya masih kecil sekali, karena tiga hari sekali tukang kerja,” tambahnya.
Yanda menyarankan, agar wartawan bisa langsung berkomunikasi dengan pihak desa khususnya Kepala Desa yang bersangkutan, agar persoalan di desa tidak berlarut-larut dan memantik persoalan baru. “Coba langsung ketemu dengan Kades dulu, hubungi kades biar lebih jelas. Intinya saya sudah menjalankan tugas secara maksimal,” katanya.
Utuk diketahui, pekerjaan jalan usaha tani yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024 di Desa Suka Maju Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara diduga mangkrak. Hingga awal Maret 2025 pekerjaan Rabat Beton yang belum diketahui secara pasti nilai anggarannya itu tak kunjung rampung pembangunannya.
Pantauan di lokasi pekerjaan, nampak material batu dan pasir tertumpuk di pinggir kebun milik warga. Tidak ditemukan papan informasi kegiatan dan prasasti pekerjaan. Warga desa menyebut pekerjaan itu sempat dikerjakan awal tahun 2025. “Tidak diketahui penyebabnya kenapa pembangunan jalan akses ke kebun warga itu tidak dilanjutkan. Pekerjaan berhenti, tapi tidak tahu persis kenapa enggak dilanjutkan oleh Kades. Padahal itu proyek desa akhir tahun 2024 kemarin,” ujar warga dilokasi proyek.
Sekretaris Desa (Sekdes) Suka Maju, Dedi Arisandi membenarkan bahwa pekerjaan pembangunan jalan usaha tani itu makrak. Dedi menyebut pekerjaan itu memang belum rampung dikerjakan meski sudah dicairkan dana pembangunannya sejak November 2024 lalu. “Perasaan sudah mulai berjalan sejak kapan itu. Saya juga belum datang meninjau kesana akhir-akhir ini. Semenjak evaluasi dari Inspektorat memang saya belum ke lokasi lagi,” kata dia
Sekdes mengaku sudah sepekan terakhir tidak turun lapangan mengecek pekerjaan jalan usaha tani Rabat Beton tersebut. Dia berdalih penyebab mangkraknya pekerjaan disebabkan oleh faktor pekerja yang membangkang, dan faktor cuaca akhir-akhir ini. “Banyak pekerja yang ‘ngeyel’, dan belum lagi alasannya yang hujan lah, pokoknya cukuplah alasannya. Kalau belum selesai kan bahaya juga di kami perangkat desa. Jadi memang harus dikerjakan, diselesaikan,” ucapnya.
Secara keseluruhan, Ia mengerti akan menjadi potensi permasalahan dan perhatian banyak pihak. Namun lagi-lagi faktor cuaca menjadi dalih yang digunakan. Sebab, kata dia, jika pihaknya bersikeras tetap melanjutkan, ditakutkan pembangunannya akan sia-sia karena berhadapan dengan hujan.“Kami paham itu akan berpotensi bermasalah dan jadi perhatian banyak pihak. Tapi ya memang karena akhir-akhir ini hujan terus, kalau dikerjakan nanti buang-buang uang nganggur. Jadi sementara kami istirahat dulu, tapi sesegera mungkin mau dikerjakan,” ujar Dedi.
Kendati demikian, dirinya mengaku akan mencari solusi lain seperti menyerap pekerja dari luar desa untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.“Kalaupun sudah tidak ada lagi pekerja dari desa sini yang mau mengerjakan, kita akan cari pekerja dari luar desa. Kalau material ada semua, tersedia semua material dirumah,” tuturnya.“Karena mengkhawatirkan juga, berpotensi bermasalah juga, apalagi dana sudah ditarik sejak November akhir, sampai sekarang kerjaan belum selesai,” katanya.
Apalagi, sambung dia, pada audit oleh Inspektorat dan kecamatan belum lama ini, pihaknya sudah menandatangani surat pernyataan untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini. “Pertengahan Februari Inspektorat melakukan monitoring dan evaluasi ke desa dan kita sudah menandatangani surat pernyataan akan menyelesaikan pembangunan jalan itu, dari Monev Kecamatan Abung Tinggi juga demikian. Intinya mana-mana pekerjaan yang belum selesai agar segera diperbaiki dan diselesaikan,” dalihnya.
Sayangnya, hingga kini Kepala Desa Suka Maju, Ngadiran belum dapat dikonfirmasi. (Red)