Imam Al Ghazali mengatakan, jika engkau bukan anak seorang raja maka menulislah, jika engkau bukan anak seorang ulama besar maka menulislah. Ini adalah kata-kata bijak dari ulama besar umat lslam.
Ihya ulumuddin atau menghidupkan ilmu-ilmu agama merupakan karya Imam Al Ghazali yang masih dipelajari hingga kini. Artinya, dengan menulis kita akan selalu hidup ditengah-tengah masyarakat.
Imam Ahmad bin Hanbal dengan kata-kata hikmahnya, bersama pena sampai ke liang lahat. Maksudnya, teruslah menulis sampai ajal menjemput. Al Musnad adalah karya fenomena Imam Ahmad bin Hanbal berisi kumpulan lebih dari 27 ribu hadits.
Maulana Jalaluddin Rumi dengan kata mutiaranya, Tuhan adalah penulis dan aku adalah pena-Nya. Disini ada penekanan begitu pentingnya menulis. Rumi merupakan seorang penyair dan tokoh sufi dengan karyanya buku Masnavi tentang kumpulan kisah-kisah dan ajaran spiritual terperinci yang masih bisa kita lihat sampai kini.
Pada dasarnya semua orang bisa menulis karena menulis adalah bagaimana cara mengungkapkan apa yang ada di dalam fikiran dan yang diucapkan. Kita sudah belajar menulis sejak mulai sekolah bahkan ada yang memulainya lebih awal dari itu.
Mulailah menulis diniatkan karena Allah untuk meraih ridho-Nya. Ini akan menghasilkan karya tulisan berdasarkan niat awal. Jadikan media menulis sebagai ladang dakwah untuk mensyiarkan risalah-Nya. Memang saat pertama akan memulai menulis ada rasa bingung ingin mulai dari mana, topiknya apa, dan apakah nanti hasilnya enak dibaca.
Menulislah tentang segala sesuatu yang paling dekat dengan kita. Misalnya menulis cara menanam bunga di pekarangan rumah, bisa juga menulis tentang pekerjaan kita, menulis tentang hobi kita dan lainnya. Segala sesuatu yang dekat dengan kita tentu lebih mudah dituangkan dalam tulisan. Tulislah sebanyak mungkin apa yang kita lihat, dengar, cium, rasa dan raba. Tulisan merupakan cara mengungkapkan perasaan dan pemikiran penulis.
Jika dirasa semua sudah kita tuangkan dalam tulisan, maka bisa kita baca ulang untuk menentukan judul, perbaikan setiap kata dan penempatan kalimat yang disesuaikan dengan jenis tulisan dan segmen pembaca. Alah bisa karena biasa merupakan ungkapan yang pas untuk mulai kontinyu menulis. Jika sudah terbiasa maka semua menjadi lebih mudah.
Jadi, tunggu apalagi? Menulislah!