Bandar Lampung, sinarlampung.co-Kejaksaan Negeri Lampung Timur dikabarkan melakukan penyelidikan atas abruknya tembok penahan tanah jembatan Way Bungur, di Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur Lampung Timur, menjelang akhir tahun 2024 lalu, padahal sudah menghabiskan anggaran puluhan miliar.
Baca: CV Usaha Famili Kontraktor TPT Jembatan Way Bungur Yang Roboh Abaikan Panggilan DPRD Lampung Timur
Pemeriksaan bos CV Usaha Famili sebagai pelaksana proyek, H. Tarno, itu dibenarak juru bicara Sutarno yaitu KY. “Seminggu yang lalu pak Tarno sudah memenuhi panggilan Kejari Lampung Timur. Dan semua terkait proyek itu sudah dijelaskan,” kata KY, Jum’at 31 Januari 2025, dilangsir warta9.com
Mengenai ketidakhadiran pimpinan CV Usaha Famili ketika diundang rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Lamtim, KY mengaku, setelah menjalani pemeriksaan di Kejari, H. Tarno jatuh sakit.
Menurut KY, selaku juru bicara H. Tarno, CV Usaha Famili hanya melanjutkan pekerjaan yang mangkrak tahun sebelumnya. “Waktu itu memang kondisinya sudah sangat buruk, besi-besinya sudah berkarat, kemudian pengecoran pondasi sangat dipaksakan, karena saat itu kondisi pondasi sedang penuh dengan genangan air. Sebenarnya, kalau mau disalahkan bukan CV Usaha Famili, tapi pihak yang melaksanakan perjakan tahun sebelumnya. Kami hanya melanjutkan,” urai KY membela diri.
Untuk menguatkan pembelaan dirinya bahwa CV Usaha Famili layak dianggap ketiban sial atas pekerjaan proyek tersebut oleh rekanan sebelumnya, KY mengirimkan beberapa foto pekerjaan rekanan Dinas PUPR Lampung Timur tahun 2021.
Berdasarkan penelusuran di laman LPSE Provinsi Lampung tahun 2021, terdapat paket pekerjaan pembangunan Jembatan Kali Pasir (Way Bungur, red) tahap II senilai Rp9.880.000.000 yang dilaksanakan oleh CV Panji Sebuai, beralamat di Jalan Teuku Umar, Gang Ultra, Kedaton, Bandar Lampung.
Rekanan inilah yang secara tidak langsung dituding oleh KY selaku juru bicara CV Usaha Famili yang “meninggalkan masalah” dalam pekerjaannya.
Sementara sumber wartawan Sabtu 1 Februari 2025 siang memastikan, kasus robohnya TPT Jembatan Way Bungur ditangani serius oleh Kejari Lampung Timur. (Red)