Lampung Barat, sinarlampung.co-Seorang petani di Lampung Barat Zainudin (28) alias Pon, tewas dimangsa harimau (Panthera tigris) di ladanganya yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barusan Selatan (TNBBS), koordinat 48M 413337 9433057 dekat Talang Kubu Balak, Dusun Waylipu, Pekon Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat.
Korban hilang kontak sejak Minggu 19 Januari 2025. Romidin, kakak korban, enam warga berangkat menyusul ke ladan Pon pada pukul 16.00 WIB. Mereka baru sadar Pon hilang pada Selasa 22 Januari 2025.
Saat tiba, lokasi perkebunan itu, Romidin beserta warga melihat gubuk Pon kosong. Di sekitar gubuk, ada jejak kaki harimau menuju hutan. Diikuti, ada celana, golok, tas, dan HP milik korban di kawasan Kebun.
Mereka kemudian menemukan jasad korban sudah tidak utuh lagi. Tak jauh dari berang-barang korban, ditemukan potongan tangan yang tinggal tulang. Pukul 17.30 WIB, pencarian dihentikan dan dilanjutkan, Rabu 22 Januari 2025. “Pencarian dilanjutkan Rabu, sisa jasad korban diperkirakan sekitar kebunnya,” kata petugas Polsek Setempat.
Pj Peratin Tembelang, Tiurnida Siringoringo, mengatakan korban merupakan warga asal Jateng, yang selama ini berkebun di Talang Kubu Balak. Lokasi kebun berada di sekitar perbatasan tetapi untuk geografisnya lebih dekat ke Pekon Tembelang.
Menurut informasi, kata dia, kerabat dan tetangga korban yang mencari korban di gubuknya tetapi tidak ada. Kemudian datang lagi dan mencari tahu yang akhirnya menemukan adanya potongan tubuh korban. Tetangga korban itu ketakutan yang akhirnya memberitahu ke warga Pekon Tembelang yang kemudian melapor ke kepala dusun setempat. Lalu laporan ini diteruskan ke aparat pekon.
Wargapun mendatangi lokasi, yang kemudian menemukan adanya tulang tangan dan peralatan milik korban. “Temuan bagian tubuh korban itu pada Selasa sore sekitar pukul 16.00. Dugaannnya hewan buas yang memangsa korban, yakni Harimau,” kata dia.
Barang-barang korban seperti tangki semprot dan cangkul milik. Serta ada jejak kaki hewan yang diduga harimau. Kemudian ada celana korban mengarah ke belukar, golok serta tas berikut hp korban. Lalu tidak jauh dari tas, ditemukan tulang tangan manusia yang dperkiraannya merupakan tulang korban.
Lokasi tempat korban itu statusnya masih merupakan kawasan TNBBS yakni dengan koordinat 48M 413337 9433057 Talang Kubu Balak, Dusun Way Lipu, Pekon Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat. Tim satgas penanganan konflik harimau membantu proses pencarian.
Tim satgas, rombongan melakukan pencarian hingga akhirnya mendapati tubuh Zainudin yang tidak utuh. Bagian bawah tubuh hingga kaki sudah tidak ada.
Sebelumnya, Harimau juga memangsa Karim Yulianto (46), petani, yang ditemukan tewas dengan bagian tubuh terpisah-pisah di kawasan TNBBS, dekat Dusun Kali Bata, Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu 21 September 2024, pukul 21.00 WIB.
Potongan kaki korban yang hilang ditemukan di kawasan TNBBS, Minggu 22 September 2024 siang. Tim kemudian menyerahkan langsung bagian tubuh korban itu kepada keluarga. Tim menemukan potongan kaki Karim saat tengah menyisir hutan untuk memasang kamera trap.
Lalu Kamis 22 Januari 2024, pukul 02.00 WIB, Harimau juga memangsa petani bernama Sahri (28) di kawasan TNBBS, Pekon Bumi Hantati, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat. (Red)