Palembang, sinarilampung.co-Motif pembunuhan ibu dan anak di Macan Lindungan Palembang, Sumatera Selatan akhirnya terungkap. Pelaku bernama Suganda, pekerja yang dipekerjakan keluarag korban. Suganda mengaku dendam pada keluarga korban karena diejek saat minta gaji.
Suganda ditangkap sehari setelah kejadian, Wasila (40) dan putri berinisial FA (16) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya yang berlokasi di Jalan Macan Lindungan Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Senin 15 April 2023.
Suganda membeberkan cerita versinya kepada para penyidik Polrestabes Palembang. Kepada pihak penyidik Suganda mengaku tindakan dipicu dendam pasal gaji. Selama Suganda bekerja bersama suami korban bernama Anung Kurniawan, pelaku mengaku sering dibercandai saat meminta gaji. “Galak dikolake, seperti ngemis kalau minta gaji, setiap datang ke rumah jawabannya tidak ada,” ujar Suganda, Selasa 16 April 2024.
Perilaku suami korban tersebut membuat Suganda menyimpan rasa kesal dan dendam. Suganda sempat berhenti sebagai pekerja dari suami korban dan memilih ke Riau selama dua bulan. Sakit hatinya kembali muncul manakala suami korban memberikan uang gaji kepada orangtuanya namun nominal tak sesuai, “Sakit hati emak (Ibu-red) dienjok cuma 1 juta 500 ribu, padahal borongan pohon sepakat Rp3 juta,” ujarnya,
Dari situlah, Suganda mendatangi rumah korban dengan mengajak salah satu rekannya bernama Hendro. Memakai jasa ojek online, keduanya mendatangi rumah korban yang berada di jalan Macan Lindungan Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Senin 15 April 2023.
Sesampai di lokasi, Suganda bertemu dengan istri korban bernama Wasila dan terlibat cekcok. Suganda yang telah membawa pisau dari rumah langsung melakukan penganiayana terhadap Wasila. Tak sampai disitu, Suganda juga melukai korban dengan alat yang ditemukan di garasi rumah tersebut. “Pisau nusuk ibu Wasila, pisau bengkok yang aku bawak dari rumah,” ujarnya kepada penyidik.
Saat terjadi aksi penusukan, tugas Hendro di luar untuk mengawasi keadaaan. Tindakan sadis Suganda berlanjut ke anak perempuan korban berinisial FA setelah tahu korban menelpon ayahnya. Menggunakan pisau yang diambil dari dapur, Suganda menghabisi nyawa FA. “Bunuh anaknya karena nelpon bapaknya saat itu,” terang Suganda.
Suganda mengaku masih berada di rumah manakala Anung datang ke rumah sembari menggedor pintu. Niat awal Suganda juga ingin menghabisi nyawa Anung kala itu namun berhenti lantaran tau ada orang lain bersamanya. “Rencana nak niat bunuh, berhubung dengan kawan dia dak jadi,” tuturnya.
Suganda bersembunyi dirumah lalu memilih melarikan diri lewat pintu belakang. Tepatnya pintu yang berada di bagian dapur dengan melompat pagar keluar. Suganda lalu lari ke arah perumahan kosong dan menunggu hingga sore hari sebelum mengganti baju. “Jam 6 sore baru naik (keluar) lagi,” ujarnya.
Polisi Terobos Rawa saat Menangkap Suganda
Momen penangkapan Suganda pelaku pembunuhan Ibu dan anak di Macan Lindungan beredar. Tim gabungan kepolisian terlihat harus mengejar Suganda yang bersembunyi di sebuah rawa-rawa. Aparat kepolisian berjibaku dengan kedalaman rawa sebatas perut orang dewasa saat mengamankan Suganda. “Alhamdulillah sudah dapat, ini hp pelaku,” ujar aparat di video tersebut.
Sehari sebelumnya, pelaku dengan sadis menghabisi nyawa Wasila (40) dan anak perempuannya FA (16). “Benar satu pelaku pembunuhan atas korban Wasila dan Anak perempuannya FR sudah berhasil kita tangkap,” ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono didampingi Kasat Reskrim AKBP Haris Dinzah.
Minta Suganda Dihukum Mati
Hujan deras mengiringi pemakaman ibu dan anak Wasila (40) dan anaknya FA (16) dimakamkan dalam satu liang lahat di TPU Puncak Sekuning Palembang. Meski hujan, namun terlihat cukup banyak pelayat yang hadir guna menyaksikan langsung proses pemakaman ibu dan anak tersebut, Selasa 16 April 2024.
Anung Kurniawan, suami Wasilah sekaligus ayah FA juga tampak hadir dan mencoba tegar menyaksikan istri dan anaknya dimakamkan. Keluarga dan suami korban tampak sedih melihat kedua jenazah yang sudah terbungkus kain kafan dimasukkan ke liang lahat.
Tampak suami almarhumah Wasila, Anung Kurniawan, begitu pasrah dan sedih yang melihat dari tepi liang kubur. Ia sesekali mengusap kepala dan wajahnya dengan kedua tangan selama prosesi pemakaman. “Semoga pelaku cepat terungkap. Kalau bisa dikasih hukuman matilah,” ujar Anung.
Prosesi pemakaman diakhiri dengan penaburan bunga yang dilakukan oleh Anung, diikuti kakak kandung, keponakan dan beberapa anggota keluarga besar lainnya.
Kronologi Pembunuhan
Wasila (40) dan putri berinisial FA (16) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya yang berlokasi di Jalan Macan Lindungan Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Senin 15 April 2023. Wasila ditemukan bersimbah darah di garasi sedangkan FA di dalam kamar.
Wasilah bersimbah darah dengan kepala tertancap besi di dalam kamarnya, sementara FZ tewas telentang di bagian garasi rumah, dengan luka serius Seorang Perempuan bersama anak kandungnya di Palembang, Sumatera Selatan, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dua lokasi berbeda di rumahnya. Wasilah (40), ditemukan tewas dengan kepala tertancap besi di dalam kamarnya. Sementara anaknya berinisial FR (16), ditemukan tewas di garasi rumahnya.
Sutoro Ketua RT setempat mengatakan awal mula kejadian diketahui oleh suami korban yakni Kurniawan sekitar pukul 10.00 WIB. “Suami korban lapor ke saya kalau istri dan anaknya meninggal bersimbah darah di dalam rumah. Istri posisi tertelungkup di lantai garasi sedangkan anak perempuannya ada di dalam kamar,” ujar Sutoro kepada wartawan.
Ia melanjutkan, Kurniawan saat itu sedang berada di bengkel kemudian menerima telepon dari istrinya dengan suara teriakan minta tolong. “Suaminya lagi di bengkel sebelum kejadian ini. Terus dapat telpon minta tolong. Begitu dia pulang ke rumah lihat istrinya sudah terkapar di garasi,” katanya.
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, saat dikonfirmasi mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, sekitar pukul 10.00 WIB. “Dari olah TKP awal, kami menduga kedua korban tewas dibunuh. Hal itu, terungkap dari keterangan anak korban berinisial G (7) yang selamat dari peristiwa tersebut,” kata Harryo, kepada media, Senin 15 April 2024.
Dijelaskannya, saat kejadian anak korban berinisial G, sempat menelepon ayahnya yang sedang berada di Bengkel untuk bergegas pulang ke rumah. “Sesampainya di rumah, suami Wasilah tekejut melihat istri dan anak pertamanya tewas dalam kondisi mengenaskan,” ungkapnya.
Dari situ, suami Wasilah kemudian meminta bantuan RT setempat. “Saat ditemukan, Wasilah dalam posisi tertelungkup dengan besi yang masih tertancap di kepala. Sementara anak perempuan korban ditemukan di dalam kamar dengan posisi telentang di lantai. Dari tubuhnya terdapat luka mematikan,” terangnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, peristiwa itu disebut Harryo, murni tindak pidana pembunuhan. “Dugaan itu diperkuat dengan keterangan G, yang saat ini menjadi saksi kunci atas peristiwa pembunuhan itu,” pungkasnya.
Selain mempelajari keterangan G, dari TKP penyidik Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan, juga mengamankan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi atau keluarga dekat korban. (Red)