Malaysia (SL)-Menteri Pariwisata Seni Kreatif dan Pertunjukan Sarawak, YB Dato Sri Abdul Karim Rahman Hamzah, membuka acara International Conference on Responsible Tourism and Hospitality (ICRTH) di Kuching Serawak, Malaysia, Kamis (01/09/2022). Acara diadakan selama 3 hari, yakni mulai tanggal 01 sampai 03 September 2022.
Dalam konferensi, Dr. Arzyana Sunkar menyampaikan materi tentang Community Based Tourism (CBT) salah satu bagian materi yakni terkait Positive Deviants (PD). Paparan materi ini dilakukan langsung dari Kuching Sarawak, Malaysia yang di ikuti para peserta secara daring.
Dia menjelaskan, deviant positif adalah individu yang menghadapi tantangan yang sama seperti orang lain dan memiliki sumber daya yang sama tetapi masih berhasil menemukan cara untuk mengatasi masalah secara efektif. Ada enam langkah pada devian positif yang bisa diterapkan.
“Pertama, definisikan permasalahannya, tentukan perilaku/norma yang ada di tempat tersebut serta tantangan dan hambatan dalam pemecahan masalahnya,” kata wanita yang biasa di sapa Dr. Ina melalui sambungan telepon kepada awak media.
Kemudian, Lanjut Dr. Ina, identifikasi individu atau kelompok yang menunjukkan bahwa mereka bisa menanggulangi permasalahan yang ada di desa tersebut. Sementara sebagian besar masyarakat lain tidak bisa. Dia menyebut bahwa hal ini merupakan langkah kedua.
“Jadikan mereka ini (positive deviants) sebagai agent of change di masyarakat mereka sendiri. Pada dasarnya masyarakat akan lebih mudah menerima jika melihat temannya sendiri yang berasal dari area yang sama, bahkan dalam kondisi yang sama. Tapi mampu mencari solusi terhadap permasalahannya. Orang luar bisa membantu menjadi fasilitator saja. Ini adalah langkah ketiga” tambah dia.
Dr. Ina melanjutkan, langkah ke empat, biarkan masyarakat berkembang dari situ dan mempraktikkan apa yang sudah rekannya praktikkan. Kembangkan kegiatan sehingga masyarakat bisa belajar dari rekan mereka yang positive deviants ini.
Kelima, masyarakat perlu mengembangkan sistem monitong di mereka sendiri untuk memantau keberhasilan perubahan yang sudah dilakukan. “Apakah sudah bisa memecahkan masalahnya,” imbuh Dr. Ina.
“Terakhir, langkah ke enam, setelah berhasil, mereka juga bisa membantu menyebarluaskan ke masyarakat lain, bahkan dari tempat lain untuk berkunjung dan belajar dari mereka,” pungkasnya. (Heny HDL)