Bandar Lampung (SL)-Gelombang ke dua penerimaan mahasiswa baru program Studi Doktor (S3) dan Magiter (S2) tahun akademik 2022/2023 Fakultas Hukum Universitas Lampung kembali dibuka. Pendaftaran dimulai tanggal 10 Mei 2022 sampai dengan 20 Juni 2022, baik secara online dan offline.
Ketua Program Pasca Sarjana FH Unila DR Eddy Rifai mengatakan Pengumuman Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Doktor (S3) dan Magister (S2) Gelombang II Tahun Akademik 2022/2023, bisa diakses melalui Link Pendaftaran : https://admisi.unila.ac.id/ dan Link SPP/Uang Kuliah : https://pasca.unila.ac.id/spp-uang-kuliah/
Jadwal gelombang II Program Studi Doktor (S3) Dan Magister (S2), Pendaftaran dibuka mulai tanggal 10 Mei – 20 Juni 2022 Test CBT dan Wawancara pada Sabtu, 25 Juni 2022, kemudian pengumuman pada Selasa, 05 Juli 2022. Dilanjutkan Daftar Ulang dan Registrasi tanggal 07 Juli – 18 Juli 2022. Untuk Matrikulasi dimulai tanggal 29 Juli, 5 – 6 Agustus 2022. Kemudian PSAP tanggal 13 Agustus 2022, dengan awal kuliah tanggal 15 Agustus 2022, masih tentatif.
Baca: Pascasarjana Megister Ilmu Hukum Universitas Lampung Buka Penerimaan Mahasiswa Baru
Eddy Rifai menjelaskan prosedur pendaftaran memiliki satu email aktif, kemudian membuka website http://pasca.unila.ac.id, kemudian memilih menu pendaftaran online (pilih ke admisi.unila.ac.id).
Kemudian pilih menu pendaftaran S2 dilanjutkan mengisi data dengan benar, lalu simpan permanen dan mencetak form pembayaran pendaftaran. Membayar Rp450 ribu yang dapat dilakukan diseluruh Bank BNI di Indonesia. “Semua bekas kelengkapan diisi dan dibawa saat pelaksanaan tes tertulis dan wawancara,” kata pakar hukum Lampung ini.
Eddy Rifai menjelaskan Program Doktor adalah program pendidikan strata 3 (S3) yang ditujukan untuk memperoleh gelar akademik doktor sebagai gelar akademik tertinggi. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 212/U/1999, tanggal 6 September 1999 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Doktor.
Tujuan dari pendidikan doktor adalah untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kualifikasi diantarnya berjiwa Pancasila dan memiliki integritas ilmiah, bersifat terbuka, tanggap terhadap perkembangan ilmu, teknologi, dan kesenian, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Memiliki wawasan dan kemampuan dasar keilmuan dan keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengadaptasi dan/atau menciptakan metodologi baru yang akan dipergunakannya dalam melakukan telaah taat kaidah, menguasai pendekatan teori, konsep, dan paradigma yang paling sesuai dengan bidang keahliannya,” kata Eddy Rifai.
Selain itu, lanjuta Edi lulusan akrab dengan permasalahan dan karya serta pemikiran mutakhir para ahli dalam kawasan keahliannya, dengan mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam kawasan keahliannya untuk menemukan jawaban dan/atau menyelesaikan permasalahan yang kompleks termasuk memerlukan pendekatan lintas disiplin, “Dan mampu mengkomunikasikan pemikiran serta hasil karyanya baik dengan sejawat maupun khalayak yang lebih luas,” jelasnya. (Red)