Tanggamus (SL)-Warga Tanggamus kembali menjadi korban gigitan buaya. Kali ini buaya sepanjang tiga meter menyambar tangan Amin (24), saat sedang menarik jaring ikan areal sawah tepian anak sungai Semaka, yang sudah mirip danau, Sabtu 3 Oktober 2020.
Amin (24) warga Pekon Tugupapak, Kecamatan Semaka, Tanggamus terluka parah dibagian tangan kirinya. Sempat di rawat di Puskesmas, dan kini dirawat di rumahnya. “Jaring di pasang Jum’at sore, Sabtu pagi aakan di angkat. Tiba-tiba seekor buaya menyambar tangannya. Karena luka yang cukup serius Amin dibawa ke puskemas,” kata Amin.
Amin mengaku aktivitas memasang jaring ikan dilakukan setiap hari. “Seperti biasa saya dan abang saya pergi ke sungai masang jala-jaring sore kemarin. Dan dipagi tadi saya berniat ngangkat jaring tersebut tiba-tiba ada buaya menyebar tangan saya. Saya meronta dan di bantu Abang buat nglepasin gigitan buaya itu, alhamdulilah bisa lepas,” katanya.
Andi (40), kakak Amin, kepada sinarlampung.co membernarkan hal tersebut. “Ya tadi pagi saya membantu adik yang digigit buaya. Untung bisa lepas kalau tidak mungkin putus tangan adik saya karena ukuran buayanya cukup besar kira-kira 3 meter panjangnya. Ya sudah dua kali buaya mengigit warga dilokasi yang sama,” ktaa Andi.
Menurut Andi, dulu lokasi itu adalah lahan sawah warga, tapi karena pembuangan air kurang lancar jarang ditanami lagi, apalagi kondisinya saat ini sudah seperti danau. Warga sebenarnya berharap segera ada tindakan pemerintah segera melakukan normalisasi sungai supaya lahan sawah tersebut dapat di manfaatkan seperti dulu.
“Dulunya lahan ini adalah sawah tapi sekarang kaya danau. Adanya pendangkalan di hilir sungai. Kasus ini warga minta pemerintah melakukan nornalisasi sungai, biar sawah bisa digunakan lagi. Dan buaya tidak tinggal disana, ” katanya. (Hardi/Wisnu)