Bandarlampung (SL) – Tender penyelenggaraan Festival Krakatau 2017 senilai Rp2,5 miliar yang di menangkan oleh PT Diyandra Promosindo dinilai ketua Umum DPD Ardin Provinsi Lampung Izhar Laili terindikasi rekayasa.
Dilansir dari rmollampung.com Izhar mengatakan pemenangnya adalah event organisasi yang sama tahun lalu.
“Waktu pendaftaran festival mepet, yakni hanya sebulan. Tender proyek dibuka awal Juli dan pelaksanaannya Agustus. Padahal, tender sudah bisa dibuka sejak awal tahun agar dapat memberikan kesempatan banyak event organiser ikut tender, ujar Izhar Laili.
Akibat sempitnya masa tender, hanya dua peserta yang ikut lelang penyelenggaraan Festival Krakatau, yakni PT Diyandra Promosindo dan PT Potensindo Global.
“Seharusnya, tender, minimal diikuti tiga perusahaan,” ujar Izhar.
Dari perusahaan itu, PT Potensindo dinyatakan panitia yang tercantum dalam Web Lembaga Pelelangan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Lampung tidak memenuhi syarat. Sehingga, PT Diyandra Promosindo yang dinyatakan memenuhi syarat.
PT Potensindo akhirnya dinyatakan menjadi pemeneng tender penyelenggaraan Festival Krakatau. Perusahaan ini pula yang memenangkan tender serupa untuk penyelenggaraan Festival Krakatau pada tahun 2016. Tahun lalu, waktu lelangnya juga mepet.
PT Diyandra Promosindo, perusahaan event organiser dari Jakarta menawar harga perkiraan sendiri (HPS) dari Rp2,449 menjadi Rp2,313 miliar atau turun Rp136 juta. Tahun lalu, nilai pagu proyek Rp1,788 miliar.
“Jika ingin kompetitif, seharusnya, pengguna anggaran mengumumkannya sejak Januari,” katanya.
Editor : PB