Duta Besar Kroasia, Sjachroedin ZP, yang juga mantan Gubernur Lampung dua priode mengaku prihatin dengan kemajuan Lampung selama jelang lima tahun berakhir masa jabatan M Ridho Fichardo. Pasalnya, Sjachroedin menilai tidak ada kemajuan berarti sejak ditinggalkannya.
“Jalan tol itu sudah kita rancang sejak tahun 2005, cuma realisasi pada era Jokowi. Semua anggaran pusat, ganti rugi pusat. Bandara juga termasuk program jama kita sejak dulu, ” kata Sjacroedin saat mengundang pengurus DPP Lampungsai, dirumah tinggal, di Jalan Kemuning Pahoman, pasca tiga bulan tugas di Kroasia, Selasa (1/8).
Hadir pada acara itu Prof Sugeng Haryadi, Mantan Sekda Rahmad Abdullah, M Iqbal, Bunda Yayuk, Humas Lampungsai Juniardi, dan para pengurus.
Sjachroedin juga miris melihat disiplin PNS di Lampung, yang dulu membaik kini terkesan hilang. “Inilah resiko jika daerah dipimpin oleh sosok yang tak berpengalaman apapun. baik organisasi, jam terbang dan kepemimpinan,” kata Sjachroedin.
Sjachroedin mengajak Lampungsai yang memang bukan organisasi Politik, cerdas menentukan pilihan sesuai dengan pengamatan masing masing, dan tidak terjebak pada model kemasan yang banyak dilakukan politisi. “Lampungsai harus menjaga Lampung dengan baik, jangan sampai Lampung rusak. kita sudah tanamkan rasa cinta kita kepada Lampung, ” katanya, disambut tepuk tangan. (Juniardi)