Pembunuhan Tokoh Adat Terbanggi Berencana Koban Luka 34 Tusukan Ada Yang Kena Jantung

Lampung Tengah (SL)-Tokoh adat Terbanggi Besar, Abdullah Jauhari (75) Gelar Ngediko Kepalo Ratew, yang di temukan tewas tergeletak di jalan lintas sumatra terbanggi besar, hari Rabu 29 September 2021, pukul 06,00 wib, mengalami 34 tusukan. Hasan (65), pelaku penusukan, ditangkap Tim Gabung Tekab Polda Lampung dan Polres Lampung Tengah, dan Polsek Terbanggi, di kediamannya, sekitar 14 jam dari kejadain, Kamis pukul 2.00 dini hari.

Baca: Tokoh Adat Terbanggi Abdullah Jauhari Gelar Ngediko Kepalo Ratu Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk di Jalan Lintas Sumatera

Baca: Penikam Hingga Tewas Tokoh Adat Terbanggi Besar Ditangkap, Pelaku Masih Tetangga Korban

Dihadapan petugas, Hasan mengaku sengaja menunggu korban di tepi jalan. Keduanya sempat cekcok mulut, dan sejurus kemudian Hasan menyerang korban membabi buta menggunakan laduknya. Akibatnya korban roboh dengan 34 luka tusukan.

Pagi itu, korban berangkat dari rumahnya menggunakan sepeda motor honda Revo Fit berwarna hitam. Diam diam pelaku mengikuti korban. Hasan menggunakan motor Merk Honda Beat Street Warna Hitam Nopol BE-2103-1. Saat dijalan lintas yang sepi, pelaku memberhentikan korban dari arah sebelah kiri pinggir jalan.

Kedua terlibat cekcok, dan pelaku mencabut senjata tajam, empat tusukan diantaranya mengenai jantung dan paru-paru korban. “Pelaku memang sengaja menunggu korban,” kata Kapolres Lampung Tengah, AKBP Oni prasetya, di dampingi Kasubdit Jatanras Polda Lampung, Kompol Yustam Dwi Heno, Kanit II Jatanras, Kompol Rezky Maulana, Kapolsek Terbangggi Besar AKP Made Silpa Yudiawan dan Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edy Qorinas.

Dari hasil pemeriksaan, kata Kapolres, pelaku dan korban pernah terlibat satu urusan, yang menyebabkan pelaku memiliki dendam dengan korban. Hasan, ditangkap tanpa perlawanan, dan diglandang ke Polres Lampung Tengah. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang di gunakan Hasan, berupa sebilah pisau laduk (badik), Baju yang berlumuran darah, tas, dan 1 unit sepeda motor.

“Menurut pengakuan pelaku sebelum terjadi peristiwa itu, keduanya terlebih dahulu terjadi cekcok atau adu mulut. Hasil Otopsi di temukan 34 luka tusukan, dan dari 34 luka tersebut ada 4 luka yang mematikan karena mengenai jantung dan paru-paru. Pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP atau 338 KUHP, tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman seumur hidup atau 20th penjara,” katanya.

Kasubdit Jatantras Polda Lampung Kompol Yustam Dwiheno menyatakan, kasus ini merupakan peristiwa yang sangat menonjol. “Karean itu, Dirkrimum langsung turun melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP). Inilah bentuk sinergitas Polres Lamteng dan Polda Lampung serta Pemkab Lamteng. Kasus ini bisa terungkap, ini masalah teknis,” katanya.

Anggota DPRD Lamteng Jauhary Subing yang juga kerabat korban mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang berhasil mengungkap kasus itu dengan cepat. “Saya atas nama keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres, Kasatreskrim, Satintelkam, Kapolsek, Inafis, dan Tekab 308. Tak lupa diucapkan terima kasih kepada Pak Dirkrimum bersama Jatrantas Polda Lampung yang mem-backup kasus ini,” katanya. (Red)