Gara Gara Kloning WhatShapp Suami Resty Babak Belur, Pelaku Ditangkap Polisi

Lampung Tengah (SL)-Seorang suami, MHS alias Hanni (31), warga alamat Lk. V kelurahan Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, tega menganiaya istrinya Resty (30), karena ketahuan menyadap whatshap suaminya. Hanni marah besar karena mengetahui Resty mengkloning whatshappnya, lalu menganiaya hingga berulang-ulang, dan mengembalikan Resty pada orang tuanya, Jum,at 1 Oktober 2021 siang.

Tidak terima dengan penganiayaan yang dialaminya, Resty melapor ke Polsek Terbanggi Besar. Dihadapan petugas, Resty mengaku dirinya telah menjadi korban penganiayaan atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kasusnya permula saat korban mengaktifkan WhatsApp nomor suaminya, dengan menggunakan handphone miliknya. Namun aksinya ketahuan suaminya, yang langsung marah. Kedua lalu terlibta cekcok mulut.

Rasty yang menangis sambil pergi ke dapur. Yang kemudian disusul pelaku dengan berkata “Apa maksud kamu nangis disini, kenapa biar semua orang tau,” bentak pelaku sambil memukul korban. Korban kemudian dijambak menuju kamar, sambil berkata “Ini mau kamu,”. Resty yang kesakita berteriak dan pelaku melepaskan jambakannya.

Korban lalu keluar kamar, namun kembali disusul pelaku dan membenturkan kepada kepala ke kepala Resty, lalu mencekik Resry, yang berlari ke kamar kosong. Dari dalam kamar, Resty mendengar suaminya justru terdengar Cekcok dengan Kakak Iparnya. Lalu korban keluar kamar dan berlari ke garasi, pelaku sempat mengambil batako dan memukulkannya, namun korban berlari keluar rumah.

Kemudian pelaku berteriak dan menyuruh korban untuk pulang dan masuk kedalam rumah dengan berkata, “Pulang kamu, kalau tidak kamu saya talak,” teriak suaminya. Karenakan tidak mau ditalak, Resty pulang kerumah, dan sudah ditunggu pelaku. Korban yang ketakutan untuk masuk kedalam rumah, dan pelaku semakin marah dan melemparkan pot bunga.

Resty kemudian masuk kedalam rumah, dan pelaku langsung menjambak korban dengan kuat hingga Resty terjatuh. Pelaku berkata ”Ini mau kamu kan, ini mau kamu,”. Pelaku kemudian menyuruh korban untuk menghubungi orang tuanya, karena pelaku ingin memulangkan korban. Namun Resty menolak, namun pelaku langsung meninjak paha korban sekuat tenaga, hingga korban berteriak kesakitan dan menangis.

Akhirnya Resty menghubungi orang tuanya, untuk meminta di jemput. Belum selesai bicara, pelaku merebut hp korban dan berkata kepada orang tua korban bahwa pelaku ingin memulangkan korban. Sorenya, sekitar pukul 15.00, korban kemudian melapor ke Polsek Terbanggi Besar. Tim dipimpin Panit Reskrim Polsek Terbanggi Besar kemudian menangkap pelaku dikediamannya, kelurahan Bandar Jaya Barat Kec Terbanggi Besar Lampung Tengah.

Kapolsek Terbanggi Besar AKP Made Silva Yudiawan, membenarkan penangkapan tersebut. Menurut Made, korban KDRT atas nama Resty R (30), IRT, warga Bandar Jaya Barat merupakan istri sah pelaku, yang datang melapor ke Polsek Terbanggi Besar Lampung Tengah. “Dari laporan korban, petugas dipimpin Panit Reskrim melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti dan menangkap pelaku MHS Als Hanni dirumahnya yang sudah siap melarikan diri,” kata Made.

Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, pelaku MHS Als Hanni, ditahan dengan jeratan Pasal 44 UU RI No. 23 tahun 2004 ttg penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Tersangka dijerat UU KDRT, kita tahan guna proses lebih lanjut,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Lampung Barat ini. (Jun/Red)