Diduga Pencuri Motor Pria Paruh Baya Hangus Dibakar Massa Bersama Motornya

Madura (SL)-Seorang pria paruh baya, R (50) warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan, tewas dibakar massa setelah sempat dihakimi karena diduga sebagai pencuri motor, di Desa Rabesen, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Madura. Kondisi R hangus bersama motor. Sementara satu rekannya kabur. Polisi masih melakukan penyelidikan kasus tersebut dan telah mengevakuasi jasad R, yang sebelumnya anonim, Selasa 5 Oktober 2021.

Jenazah R yang hangus terbakar sempat dievakusi ke RSUD Bangkalan. Sementara motor yang terbakar diamankan ke Polres Bangkalan sebagai barang bukti. Informasi dilokasi kejadian menyebutkan, peristiwa itu berawal saat warga mengadakan ronda desa. Warga mengaktifkan ronda yang resah kerap terjadi aksi pencurian motor di kampung mereka.

Kapolsek Kwanyar Iptu Mansur mengatakan korban dibakar massa karena dicurigai sebagai pelaku pencurian motor. Dugaan itu muncul setelah warga menemukan sebilah celurit dan kunci T. “Tapi ini belum tentu pelaku pencurian motor. Karena masih diduga. Di motor korban ini warga menemukan celurit dan kunci T. Warga kemudian mencurigai sebagai pencuri motor. Ada dua terduga pelaku. Yang satu kabur, dan yang satu tertangkap warga,” kata Mansur.

Malam itu, kata Maskur, sekitar pukul 02.00, warga yang ronda melihat ada dua orang berboncengan satu sepeda motor melaju masuk desa. “Waktu itu dia dua terduga pelaku curanmor mau masuk kampung dengan motor dimatikan dan dituntun. Kemudian dihentikan sama warga terus ditanyain,” kata Mansur.

Saat ditanya, kedua orang tersebut memperlihatkan gelagat yang mencurigakan. Tak lama, keduanya kemudian kabur, namun satu orang berhasil ditangkap warga sedangkan temannya berhasil kabur. “Setelah ditanya, ada itikad tidak baik terus lari. Sehingga masyarakat curiga. Akhirnya dikejar dan yang bawa motor ini gak bisa lari kemudian ditangkap sama warga,” ujar Mansur

Setelah ditangkap, lanjut Mansur, warga menemukan celurit dan kunci T di motor. Mengetahui itu, warga kemudian marah dan membakarnya bersama motor terduga pelaku curanmor di pematang sawah. “Akhirnya yang bawa motor ini gak bisa lari, ditangkap sama warga dan ditemukan ada celurit sama kunci T. Ya karena massa banyak akhirnya dibakar,” katanya.

Mansur menyebut di desa setempat memang warga sering kehilangan motor. Karena hal itu kemudian warga rutin mengadakan ronda malam. Setelah kejadian, polisi langsung melakukan olah TKP. Sedangkan jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit.

“Jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit. Kami juga sudah olah TKP pukul 10.00 WIB pagi. Saat ini identitasnya masih Mr X karena tidak bisa dikenali. Dan memang sebelumnya banyak terjadi pencurian motor di sana. Makanya warga aktif ronda,” kata Mansur.

Viral di Medsos

Vidio dan foto peristiwa pria diduga maling dibakar hidup-hidup viral di media sosial. Pria tanpa identitas tersebut diamuk massa lalu dibakar bersama motornya lantaran diduga mencuri di rumah warga setempat. Tim Reskrim Polres Bangkalan berhasil mengidentifikasi jasad tersebut, dari Hpnya yang di temukan tak jauh dari lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo mengatakan, petugas yang ke lokasi hanya mendapati kondisi mayat R dan motornya dalam kondisi hangus terbakar. Sejumlah warga yang ditemui polisi pun enggan memberi keterangan terkait hal tersebut. “Informasi yang kami dapatkan di sekitar TKP, R ini dibakar karena diduga melakukan pencurian,” kata Sigit.

Menurutnya, polisi masih mendalami dugaan pencurian tersebut yang berujung pada pembakaran. Pihaknya memastikan, perbuatan main hakim sendiri secara sadis tersebut bisa menjerat pelaku sebagai tersangka pembunuhan. “Kami masih dalami apakah betul terjadi pencurian sehingga masyarakat membakar R ini. Jika alat bukti terpenuhi para pelaku ini bisa kami kenakan tersangka,” katanya.

Terungkap Identitas Dari HP

Identitas terduga maling motor (curanmor) yang tewas dibakar massa terungkap, adalah R warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan. “Iya sudah terungkap. Inisial R (50). Warga Desa Parseh, Kecamatan Socah,” kata Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo, Rabu 6 Oktober 2021.

Menurut Sigit, terungkapnya identitas korban berawal saat petugas mendapatkan sebuah handphone dari perangkat desa setempat. Handphone tersebut ditemukan di dekat lokasi korban dibakar. Dari temuan itu, polisi kemudian menyelidikinya dan Diketahui bahwa handphone tersebut ternyata milik korban yang dibakar. “Jadi petugas mengamankan handphone dari perangkat desa. Nemuin di dekat korban pada saat dibakar itu. Setelah kita kroscek, registrasi nomornya ternyata pas dengan KK-nya,” papar Sigit.

Sigit menambahkan usai identitasnya terungkap, pihaknya langsung menghubungi keluarganya. Jenazah kemudian langsung diserahkan pada malam kemarin dan langsung dikuburkan. “Sudah tadi malam. Jadi begitu identitasnya benar, klop langsung kita hubungi keluarganya,” tutur Sigit. (red)