Restui Angkat Kredit Sepihak Disdik Lampung dan Bank Eka Metro Digugat Ganti Rugi Rp1 Miliar?

Kota Metro (SL)-Diduga mengabaikan hak hak perkawinan, dengan mengabulkan fasilitas kredit khusus, a Quo, dengan mengabaikan hubungan atau ikatan suami Istri yang sah, Bank Eka Cabang Kota Metro, digugat ganti rugi Rp1 Miliar, karena dianggap melakukan perbuatan melawan hukum. Termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, yang ikut mengeluarkan rekomendasi tergugat I.

Gugatan dilayangkan Kuasa Hukum Kantor Pengacara Hukum Keluarga, Alif Suherly Masyono, kepada tergugat I istri, tergugat kedua Bank Eka, dan tergugat ke tiga Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, yang ikut mengeluarkan rekomendasi, tanpa izin suami.

Alif Suherly Masyono mengatakan bahwa pihaknya atas nama klien IB, telah mengajukan gugatan perdata kepada tergugat l melalui Pengadilan Negeri Metro, karena Tergugat I telah melakukan perbuatan melawan Hukum. “Iya benar, gugatan sudah kita daftarkan ke Pengadilan Negeri Metro. Kita daftarkan untuk mendapatkan keadilan atas perbuatan Tergugat l agar mengembalikan uang yang diterima perpanjangan fasilitas kredit khusus kepada Tergugat II,” kata Alif Suherly Masyono, kepad wartawan di Kota Metro.

Menurut  Alif Suherly Masyono, sesuai Undang Undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2019 berbunyi “harta yang diperoleh Suami dan Istri selama perkawinan mereka berdua, menjadi harta bersama, mengenai harta bersama tersebut bisa bertindak atas persetujuan bersama atau kedua bela Pihak.

Terkait gugatan kepada Tergugat II yaitu Bank Eka cabang Metro. Karena Bank tersebut secara jelas telah memperpanjang fasilitas kredit khusus, a Quo, dengan mengabaikan hubungan atau ikatan Suami Istri yang sah, sesuai Pasal 35 Ayat (1) dan Pasal 36 Ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia, nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Yang berbunyi harta yang diperoleh oleh suami istri selama perkawinan yang diperoleh bersama oleh mereka menjadi harta bersama dan mengenai harta bersama suami Istri dapat bertindak atas persetujuan kedua bela Pihak. “Secara jelas dan meyakinkan kalau bank telah melakukan perbuatan melawan Hukum,” katanya.

Alif Suherly Masyono, juga mengajukan gugatan kepada tergugat III adalah Dinas Pendidikan Propinsi Lampung karena telah memberikan persetujuan pemotongan penghasilan (langsung) Tergugat I, selaku Pegawai Negeri sipil kepada Tergugat II.

Untuk itu penggugat meminta agar kepada tergugat III untuk mencabut kembali persetujuan yang diberikan kepada Tergugat II. “Sedangkan turut tergugat untuk terikat dan memberikan pengawasan terhadap perkara ini,” ujar Alif Suherly Masyono.

Terkait perbuatan yang diduga telah mengabaikan hubungan suami Istri, Bank Eka harus mengganti kerugian imateril kepada Penggugat sebesar Rp1 miliar (Rp1.000.000.000,00).

Menanggapi gugatan tersebut, LO Bank Eka Cabang Metro, Hendy yang diminta konfirmasi dikantornya sedang tidak ada ditempat. Saat didatangi di kantornya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, petugas Satpam kantor tersebut menyebutkan yang bersangkutan sedang dinas luar. Hal yang sama, saat di konfirmasi Septimas, maupun Kepala UPTD SMA di Jalan Nasution Kota Metro, yang dihubungi di kantornya sedang tidak ada ditempat. (Red)