Pekerja dan Petugas Keamanan PTP VII Nyaris Bentrok Dengan Kelompok LSM di Lahan Umbul Garut

Lampung Selatan (SL)-Pekerja dan petugas keaman PTPN 7 Rejosari nyaris bentrok dengan kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pelita, terkait lahan 75 hektar di Umbul Garut, Desa Sidosari, Kecamatan Natar Lampung Selatan, Jumat 24 September 2021, siang. Kelompok LSM yang mengaku mendapat kuasa dari keluarga alm Dullah Ahmad atau Suprayitno yang mengklaim pemilik lahan tersebut, sementara pekerja saat itu akan memulai menanam sawit.

Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, rombongan Serikat Pekerja PTPN 7 dan pihak keamanan yang di pimpin oleh bagian Sidum PTPN 7, Ferdi, dengan maksud untuk melakukan kegiatan menanam sawit di lahan seluas 75 Ha, yang ternyata masih dalam proses sengketa. Keributan di redam petugas yang datang kelokasi.

Aktivitas serikat pekerja PTP VII itu kemudian dihentikan oleh pihak LSM Pelita, yang di komandani Ketua LSM Pelita Misran. Kedua kelompok sempat bersitegang, dan beradu argumen di lokasi lahan. Keduanya sama sama ngotot mempertahankan argumen.

Misran, mengatakan alasan mereka menghentikan kegiatan yang dilakukan oleh pihak PTPN 7 adalah karena lahan tersebut adalah milik Dullah Ahmad atau Supriyatno (alm) yang di kuasakan pengurusan dan pengolahannya kepada LSM Pelita. “Jadi tidak boleh ada kegiatan pengolahan lahan tersebut dari pihak PTPN 7 karena masalah ini sudah masuk ke proses hukum,” kata Misran.

Hal itu terbukti, kata Misran, bahwa karena pihak PTPN 7 sudah melaporkan LSM Pelita ke Polres Lampung Selatan dengan tuduhan LSM Pelita telah menyerobot tanah atau lahan pihak PTPN 7. “Kasusnya kami dilaporkan ke Polres dengan tuduhan penyerobotan lahan, jadi kita tunggu proses hukumnya,” kata Misran.

Namun, Ferdi, selaku ketua rombongan Bagian Sidum PTPN 7 yang ada di lokasi, enggan memberikan keterangan kepada wartawan yang ada dilokasi tersebut. Ferdi berdalih segala keterangan dan konfirmasi berada satu pintu yakni melalui Andi selaku bagian kesekretariatan PTPN 7.

Kepada wartawan Andi, mengatakan bahwa ada kegiatan penanaman itu pihak belum mendapatkan keterangan dari Tim yang dilapangan. Tetapi, lanjut Andi, bahwa aksi itu adalah aktivitas perusahaan melalui unit Repa sebagai pengelola Kebun Sawit.

“Sebab, secara de facto dan de yure PTPN VII adalah pemilih sah dari lahan tersebut. Soal kegiatannya apa, apakah penanaman, mbajak, atau apapun, itu kegiatan teknis di unit. Apapun tindakan dan langkah yang dilakukan PTPN VII akan selalu berpedoman dan taat kepada hukum yang berlaku,” kata Andi. (red)