Oknum Pejabat Pertamina Hamili  Anak SMP Model Fashion Show Dan Paksa Gugurkan Kandungan, Pertama Kali “Main” di Mobil Dinas

Kota Batam (SL)-Oknum Manager Port PT Pertamina Pulau Sumbu, TNM (44), warga Perumahan Dinas PT Pertamina, di Pulau Sumbu, terlibat kasus menghamili pelajar SMP yang masih berusia 12 tahun, salah seorang model fashiont show, di Kota Batam. Korban yang hamil 5 bulan justru diberi obat menggugurkan kandungan. Tersangka ditangkap Polisi saat sedang berlibur bersama istrinya di sebuah hotel di Kota batam, dan kini ditahan Unit PPA Reskrim Polresta Barelang.

Kasus oknum pejabat perusahaan plat merah yang terjerat UU Perlindungan anak itu menjadi viral di Kota Batam. Pasalnya, korban yang hamil lima bulan itu kemudian melahirkan prematur, dengan kondisi bayi sudah tak bernyawa. Pelaku yang mengenal korban sejak Februari 2021 kerap mengencani korban, namun dengan gaji Rp30 juta perbulan belum termasuk tunjangan, pelaku hanya memberi uang Rp300 tiap usai mengencani korban.

Kasus itu terbogkar saat korban mengeluh sakit kepada orang tuanya, pasca meminum obat menggugurkan kandungan. Orang tua korban kemudian membawa korban kerumah sakit. Dan orang tua korabn terkejut mendengar keterangan dokter, bahwa anaknya hamil 5 bulan, dan akan melakukan persalinan.

Korban kemudian mengakui bahwa dirinya sudah dihamili oleh seorang om-om yang bekerja sebagai petinggi pertamina. Ibu korban yang tidak terima akhirnya melaporkan kasus itu ke Polisi. Polisi kemudian melakukan penyelidikan, dan menangkap pelaku saat berlibur bersama istrinya di Kota Batam.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menangkap seorang pejabat pertamina Pulau Sumbu. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui semua perbuatannya, termasuk membelikan obat untuk menggugurkan kandungan korban.

“Pelaku mengaku bahwa perkenalan antara pelaku dan korban saat bertemu disebuah acara. Korban kebetulan menjadi model dalam acara Fasion Show disalah satu hotel yang ada di Kota Batam. Pelaku tertarik dengan korban, dan pelaku mencari tahu nomer kontak korban ke resepsionis hotel. SEjak itulah keduanya sering berkomunikasi. Dan pada akhirnya kedua orang ini sering jalan bareng hingga melakukan hubungan terlarang,” kata Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim menjelaskan, pelaku yang menjadi orang penting di Pertamina Sambau, Kota Batam diberikan fasilitas seperti rumah dan mobil dinas untuk bekerja sehari-hari. Pelaku dan korban kemudian bertemu di sebuah mall yang ada di Batam.

Usai pulang jalan-jalan pelaku kemudian melancarkan aksi di dalam mobil dinas. Mobil itu diparkirkan mall. “Dari pengakuannya, pertama sekali mereka melakukan hubungan itu di dalam mobil dinas saat di Parkiran Mall,” ujar Reza.

Dan setiap usai berkencan, kata Kasat Reskrim, korban diantarkan pulang kerumahnya dan kemudian diberikan uang jajan Rp300 ribu. Diduga terus ketagihan dengan daun muda, beberapa hari kemudian pelaku kembali menghubungi korban.

Dia kembali mengajak korban untuk melakukan hubungan intim. “Lalu mereka pergi ke sebuah hotel lalu bermesraan hingga melakukan hubungan layaknya suami istri. Karena seringnya, pelaku hingga lupa berapakali menyetubuhi korban,” kata Kasat.

Sejak kenal korban pada Februari 2021 lalu, tak terhitung pelaku melakukan hubungan dengan korban.Hingga akhirnya korban hamil 5 bulan. Mengetahui korban hamil, TNM memutar otak untuk menutupi aibnya. Kemudian pelaku melihat beberapa obat penggugur kandungan melalui internet.

“Ternyata obat itu banyak dijual bebas di sejumlah online shop. Pelaku kemudian membelikan obat tersebut dan menyerahkannya kepada korban untuk dikonsumsi. Hingga korban melahirkan lebih cepat,” ujar Reza.

Kasat menjelaskan, korban sempat melahirkan dan melakukan persalinan, namun nyawa bayi tak tertolong. Karena lahir prematur tubuhnya yang kecil akhirnya nyawanya tidak tertolong anak tersebut memang meninggal setelah dilahirkan. “Anak itu sudah lahir, tapi kemudian meninggal dunia. Karena lahirnya lebih cepat setelah mengkonsumsi obat penggugur kandungan yang dibelikan pelaku kepada korban,” jelasnya.

Dari pemeriksaan pihak penyidik, lanjut Kasat, ternyata gaji petinggi Pertamina Sambau itu sebesar Rp30 juta sebulan, dengan sejumlah tunjangan dan fasilitas rumah dan mobil untuk dia bekerja. Setiap usai melakukan hubungan dengan korban, pelaku selalu memberikan uang jajan sebesar Rp300 ribu. “Pelaku sudah kita tetapkan tersangka, karena melakukan pencabulan terhadap Siswi SMP di Batam, dan otak pengguguran kandungan lima bulan. Selain pencabulan ada pasal menghilangkan nyawa orang,” kata Kasat. (Red/Nt)