Diduga Oknum Dinas PUPR Pringsewu ‘Main Mata’ dengan Pemborong, PHO Proyek Asal Jadi

Pringsewu (SL) – Miris proyek rehabilitasi saluran sungai Way Rantau Tijang diduga asal jadi dan kurang diterima masyarakat Pekon Rantau Tijang Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu.

Dimana proyek yang bersumber dari APBD Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu senilai Rp494.201.918.87 dan dilaksanakan oleh CV Sumber Karya Jaya dalam pengerjaanya diduga tidak sesuai spesifikasi.

Diberitakan sebelumnya batu yang digunakan untuk membuat Bronjong di pinggiran sungai berasal dari dalam sungai sendiri.

Kepala Pekon Rantau Tijang, Rudi saat awak media sinarlampung.co meminta tanggapan darinya di balai pekon mengatakan bahwa dalam proses pembuatan bronjong tersebut menghabiskan 280 kubik batu.

“Untuk beronjong itu menghabiskan batu sekitar 280 kubik, untuk harga satu kubiknya saya tidak tau mas. Sebenarnya saya sudah meminta merubah gambar tapi tidak diindahkan oleh pelaksana, saya meminta agar bronjong bisa ditambah ke atas lagi agar bisa rata dengan jalan tapi tidak di gubris juga, ya saya gak bisa ngomong lagi”, jelasnya.

Ditambahkan lagi oleh salah satu tokoh masyarakat Pekon Keduang berinisial MH mengatakan bahwa seharusnya pembangunan bronjong tersebut lebih tinggi lagi supaya sejajar dengan jalan

“Harusnya memang bronjong tersebut lebih tinggi, ditambah lagi agar bisa sejajar dengan jalan, tapi bisa dilihat bronjong itu kan wilayahnya agak tebing yang lumayan tinggi sekitar 5 meter dari permukaan di sisi atas seharusnya di pasang pembatas untuk keaamanan karna anak-anak banyak yang bermain di sekitar lokasi bronjong tersebut”, jelasnya.

Kendati demikian, dirinya berharap, agar pengerjaan proyek tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB), dan diadakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar

“Sebenarnya masyarakat sangat merespon baik adanya rehabilitasi sungai tersebut, karena tentu nantinya akan sangat berdampak baik. Tetapi tolong agar pengerjaan itu dilakukan secara maksimal, agar tidak ada yang dirugikan,” harapnya.

Terpisah Iskandar selaku Penasehat JPK jaringan pencegahan Korupsi Provinsi Lampung mengatakan bahwa sedang melengkapi berkas dan dalam waktu dekat akan segera melaporkan proyek rehabilitasi sungai yang ada di Pekon Rantau Tijang yang dikerjakan amburadul tidak sesuai spesifikasinya.

“Dari pihak rekanan jangan terkesan buang badan karena pekerjaan proyek sudah diserahkan atau PHO oleh pihak dinas PUPR Kabupaten Pringsewu. Dalam hal ini tentunya harus meminta keterangan baik dari pelaksana ataupun dari pihak dinas yang terkait karena sudah jelas ada dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek rehabilitasi sungai rantau tijang”, ujarnya.

Ada semacam backup data fiktif yang diduga dilakukan KPL dan PPK. Tidak mungkin proyek bisa dicairkan 100 persen kalau fisik pekerjaan belum tuntas. Praktek ini tidak bisa dibenarkan sehingga dapat dipastikan ada rekayasa dokumen pelaporan yang tentu tidak sesuai dengan pekerjaan fisik di lapangan. d

“Bisa dilihat dari batu yang digunakan berada di sungai, sudah jelas pihak rekanan hanya ingin meraup keuntungan semata tanpa memperdulikan kuwalitas bangunan. Selain itu juga lemahnya pengawasan dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu sehingga walaupun pekerjaan masih berlangsung. Pantauan tim media di lapangan yang bisa ditemui di lapangan baik dari, pengawas, atau dari dinas PU tidak pernah dapat ditemui di lokasi karena sudah beberapa kali saya turun ke lokasi proyek rehabilitasi sungai tersebut”, pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada tanggapan baik dari pihak rekanan ataupun dari pihak dinas PUPR

Ada sumber yang namanya enggan dipublikasikan mengatakan bahwa pemborong yang mengerjakan proyek rehabilitasi sungai rantau tijang adalah pimpinan salah satu ormas yang ada di Kabupaten Pringsewu. (Udin)